Media Politik Nasional - Jakarta: Pemerintah tengah membuat cerita soal pemilu 2019 yang akan dirangkum menjadi sebuah komik. Cara ini dilakukan untuk menggaet pemilih pemula.
"Kami ingin bisa masuk ke semua elemen terutama kaula pemuda. Sehingga kita bisa masuk kepada dunianya," kata Kasubdit Lembaga Pemerintahan dan Politik Kementerian Dalam Negeri, Dedi Taryadi dalam diskusi di Kantor Kementerian Dalam Negeri Gedung A, Jalan Medan Merdeka Utara Nomor 7, Jakarta Pusat, Jumat, 27 Juli 2018.
Komik ini, jelas dia, juga akan menjabarkan mengenai ketentuan-ketentuan pemilu. Seperti yang diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Namun, penjabarannya lebih ringkas, unik dan tidak banyak pasal agar mudah dipahami semua kalangan. Misalnya, gunakan hakmu memberikan suara dalam Pemilu 2019.
Selain itu, komik itu juga akan menjabarkan soal partai politik peserta pemilu. Hal itu agar pemilih bisa lebih mengenal satu per satu partai yang bertarung di Pemilu 2019.
Komik ini rencananya mulai dipublikasi dan bisa didapatkan oleh publik mulai September 2018. "Dengan komik yang sangat sederhana, mudah-mudahan tingkat partisipasi masyarakat menaik," ucap dia.
Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), kata dia, tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilu 2019 ditargetkan mencapai 77,5 persen. Target itu meningkat dibandingkan Pemilu 2014, sebesar 74,7 persen.








No comments: